Saturday, November 17, 2012

Kinews is Back!


Selamat malam para pecinta film ^^

Iseng-iseng buka Kinews karena postingan seorang kakak angkatan di blog ini beberapa minggu yang lalu,  ternyata blog ini sudah banyak dipenuhi jentik nyamuk dan sarang laba-laba,Man!  Tiba-tiba saya tersadar dari mati suri kalau blog Kinews ini sudah lama sekali tidak dijamahnya.

So,from now, KINEWS IS BACK, Man!

Mari kita membahas segala tentang film disini. Buat yang mau nyumbangin tulisannya disini bisa kirim tulisannya ke kine_komugm@yahoo.com . Kamu bisa kirim review film kesukaan kamu atau bisa juga kasih artikel yang terkait dengan dunia perfilman. Oiya, kamu juga bisa re-posting tulisan kamu yang ada di blog kamu untuk di posting ulang disini kalau kamu menghindakinya. Tapi plis jangan, jangan kirim tulisan untuk kontak jodoh atau promosi obat kuat disini! Itu tidak boleh ya! Mbihihihi…

Jadi mari sekali lagi kita teriakkan.

KINEWS IS BACK !! 
KINEWS IS BACK, MAAAAN!! 




Saturday, November 10, 2012

A tale of Two Sisters

Selamat malam minggu :) hayoo sapa yang malam minggunya suram? Tenang, malam minggunya tar lagi abis kok :p hihih..
Nah malem-malem minggu gini enak kali ya ngebahas film horor. Pas banget buat yang lagi sendirian :p hihih

Siapa yang suka nonton horror, hayoo? Kalo yang suka nonton film korea pasti banyak kan? Nah, film yang bakal kita bicarain kali ini adalah film korea yang horor rada mencekam gitu.

A Tales of Two Sisters

Director:Jee-woon Kim
Starring :
Kap-su Kim : Bae Moo-hyeon (Father)
Jung-ah Yum : Eun-joo (Stepmother)
Su-jeong Lim : Bae Soo-mi
Geun-Young Moon : Bae Soo-yeon

Kalau diliat dari judulnya, sudah keliatan ya ceritanya dua orang perempuan bersaudara. Film ini dibuka dengan seorang anak perempuan bernama Bae Su Mi yang sedang duduk di sebuah ruangan. Diruangan ini juga ada seorang lelaki yang seolah mengintrograsi Su Mi. Cerita kemudian dilanjutkan dengan kembalinya Su Mi bersama Ayah dan Adiknya, Soo Yeon pulang ke tempat tinggalnya. Di rumahnya, tinggalnya ibu tiri mereka, Eun Joo,  yang menunggu kepulangan mereka. Layaknya Ibu tiri di mitos yang beredar di cerita rakyat, Ibu tiri di film ini pun jahat dan kejam. 

kematian Ibu mereka dan kehadiran Ibu tiri yang kejam membuat Soo Yeon menjadi depresi. Sebagai kakak yang baik Su Mi selalu ingin melindungi si Adik. Su Mi yang sangat tidak menunyukai Eun Joo ini, benar-benar menunjukan rasa ketidak sukaannya terhadap Eun Joo. Berbeda dengan sang adik yang hanya memilih diam karena terlalu takut dengan ibu tirinya. Eun Joo pun juga tak segan-segan untuk menghukum So yeon secara fisik jika ia melakukan kesalahan. Dan karena ini film bergenre horror, tentu saja tak lepas dari kehadiran sosok mengerikan dalam film ini. Sosok hantu perempuan sering muncul yang membuat sang adik menjadi semakin depresi. Dan kehadiran hantu itu menimbulkan peristiwa-peristiwa aneh dirumah mereka. Masalah yang muncul pun semakin banyak. Hubungan kedua kakak beradik ini dengan Eun Joo semakin kacau. Sayangnya, Ayah mereka terlalu cuek.


Suatu ketika burung peliharaan milik Eun Joo ditemukan mati dengan kepala terpotong. Eun Joo pun marah kepada Soo Yeon dan mengurung di dalam lemari. Beberapa kali kejadian Soo Yeon dikurung di dalam lemari ini berulang, Su Mi mencoba member tahu si ayah yang tidak juga mengindahkan kata-kata Su Mi. Suatu saat ketika terbangun dan mendapati adiknya tidak ada. Kemudian Su Mi mendapati Eun Joo yang sedang membawa sebuah karung yang penuh darah. Su Mi mencoba menghentikan ibu tirinya, sayangnya  Su Mi justru jatuh pingsan karena perlawan si Eun Joo . Dan herannya, ketika iya terbangun, sang ayah ada di sampingnya dan semua bukti kejadian tadi sudah tidak ada. Ayah mencoba menenangkan si Su Mi.


Dan ternyata, itu semua memang tidak pernah ada. Itu semua hanya ada di dalam pikiran Su Mi. Su Mi memiliki gangguan jiwa yang membuatnya mengambil dan bermain peran sebagai siapa saja. Su Mi yang menjadi si Ibu tiri, Su MI yang menjadi Soo Yeon juga.  Film ini benar-benar pintar memainkan alur ceritanya. Saya sendiri tidak sadar bahwa ternyata itu semua cuma ada di pikiran Su Mi. Padahal dari awal cerita sudah dikatakan bahwa Su Mi memiliki gangguan jiwa. Di akhirnya ceritanya barulah diberikan flashback mengenai apa yang pernah terjadi dulu. Eun Joo adalah seorang perawat pengasuh keluarga, karena ibu kandung mereka sakit. Su Mi menduga bahwa sang ayah berselingkuh dengan perawat tersebut. SU Mi menjadi tidak suka dengannya. Sampai suatu hari Soo Yeon menemui ibunya yang meninggal di dalam lemari, Soo yeon yang mencoba membangunkan ibunya dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Sayangnya,hal itu justru membuat lemari tersebut jatuh dan menimpa dirinya. Karena mendengar kegaduhan tersebut, Eun Joo, menuju kamar So Yoen dan mendapati So yeon tertimpa lemari mengaruk-garuk lemari untuk mengeluarkan dirinya. Syangnya, Eun Joo hanya melihatnya dan tidak menolongnya. 


A tale of Two Sisters ini bisa di bilang bukan seperti film horror biasanya yang melulu soal hantu. Atau kata mas-masnya yang pernah saya temui di movie box bilang ‘film hantu yang banyak hantunya tapi ndak banyak ngomongnya’. Film ini layaknya film korea lainnya, penuh dengan drama. Selain itu film ini membuat kita bertanya-tanya dan berfikir ketika menyaksikannya. Seperti adegan di awal cerita, dimana kita sudah dibuat bertanya-tanya, siapakah seorang anak perumpuan yang sedang ditanya-tanyai tersebut? Sehingga bisa dikatakan ketika kita menontn film ini kita harus ikut berfikir, memahami dan menebak apa yang akan terjadi, karena film ini bukan tipe film yang gampang ditebak seperti film-filmnya Disney. Nah jadi bisa dikatakan kalau film ini adalah Film Horror dengan bumbu drama yang diberikan sedikit kemisteriusan yang mempermainkan psikologis.


Selamat malam minggu, semoga  malam minggu kalian tidak horror dan tidak mengalami gangguan psikologis. Tenang, buat kalian yang jomblo, mungkin bisa bermain peran seperti Su Mi biar tidak merasa sendirian.. :p hihihi

Friday, April 1, 2011

Pemutaran Film Dokumenter Eagle Award


Komunitas Film Orang Komunikasi (Kompor) UII bekerjasama dengan Eagle Award Metro TV mengadakan screening film dokumenter Metro Eagle Award. Acara akan dilaksanakan pada:
Sabtu, 2 April 2011 pukul 09.00 sampai selesai.
Bertempat di GKU Sardjito UII Kampus Terpadu Km. 14,5.
Gratiiiiis. Ayo datang dan mari menonton film! :D

Wednesday, March 30, 2011

Premiere Film Diklat KINE 2010

Akhirnya yang ditunggu muncul juga. Film perdana DIklat Kine 2010. 
Berangkat dari diklat awal pertama bersama Mba Elida Kinoki mengenai perkenalan film, yang kemudian dilanjutkan diklat dengan Mas Popo dan Mas Anggi yang mengupas tentang ide dan skenario, sampai akhirnya melahirkan sebuah ide cerita yang nantinya akan siap untuk diproduksi merupakan waktu yang cukup panjang untuk KINE 2010. Proses produksi pun tidak bisa dibilang singkat. Hampir memakan waktu sekitar tiga bulan untuk mengubah ide itu menjadi sebuah naskah hingga akhirnya menjadi sebuah film.

Cyber Silence. Itulah judulnya. Merupakan sebuah karya yang dihasilkan dari diklat KINE 2010. Dengan crew yang terdiri dari KINE 2009 dan KINE 2010, Kine akhirnya melahirkan sebuah film yang menceritakan tentang dua orang yang hanya berkutat pada dunia maya. Nah, untuk tau cerita lebih lanjutnya mengenai gimana film ini, mari datang dan banjiri..

Premiere Film Diklat Kine 2010 
"Cyber Silence"
Ruang Multimedia Fisipol UGM
Kamis, 31 Maret 2011
Jam 10.00 wib

Because We Were Beautiful







Pemutaran Film Dokumenter


"Because we were beautiful" the Jugun Ianfu, a film by Frank van Osch
Rabu, 30 Maret 2010, At Tembi Rumah Budaya Jl. Parangtritis Km 8.4. 
17.00 wib - selesai.
Mari menonton bersama-sama! :)